Anggap Kompetisi Liga 2 2021 Tidak Ideal
M Mirdasy. foto: joko kristi/hwfc

Anggap Kompetisi Liga 2 2021 Tidak Ideal

Tim Hizbul Wathan Football Club (HWFC) Liga 2 2021 resmi dibubarkan.

Manajer HWFC M Mirdasy meminta maaf karena tidak berhasil menyelamatkan HWFC dari jurang degradasi. Menurutnya, semua elemen di HWFC, sudah berusaha semaksimal mungkin agar tim Laskar Matahari bertahan di Liga 2.

“Ini kenyataan pahit yang harus kita terima. Selama putaran pertama dan kedua di Liga 2, semua elemen di HWFC berusaha untuk mempertahankan eksistensi HWFC di kancah persepakbolaan nasional. Namun, fakta berbicara lain,” ujarnya.

Menyusul kegagalan HWFC mengembangkan di Liga 2 musim depan, tim yang diarsiteki Freddy Muli ini pun secara resmi dibubarkan.

Untuuk diketahui, HWFC menuai hasil mengecewakan selama tampil dalam babak penyisihan Grup C Liga 2 2021. Dari 10 pertandingan yang dimainkan, Taufik Kasrun dkk hanya bermain imbang 4 kali, sisanya menuai kekalahan. HWFC menempati peringkat enam dengan koleksi empat poin saja.

“Dengan poin yang minim itu, HWFC harus rela turun kasta ke Liga 3,” ujarnya.

Mirdasy mengatakan, terdegradasi hasil yang diharapkan para pemain, pelatih, official , dan manajemen.

“Kami tentunya sangat menyayangkan hasil kompetisi ini. Untuk itu, kami mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Mirdasy.

Di sisi lain, Mirdasy kompetisi kompetisi Liga 2 2021 yang tak ubahnya seperti turnamen. Serangkaian permainan yang dimainkan di musim ini sangat tidak ideal, sehingga tidak layak disebut kompetisi.

Kata dia, dengan menjalani 10 kali pertandingan di masing-masing grup, tim tidak bisa melakukan maksimal.

“Ini seperti turnamen. Karena dengan enam tim di grup, harus ada satu terdegradasi. Dengan kesempatan masing-masing 10 pertandingan. Apalagi sistemnya pertandingan dengan home tournamen t,” imbuh dia.

Menurutnya, sistem kompetisi tersebut sangat memberatkan HWFC dan peserta Liga 2 lainnya.

“Faktornya memang berjalan di tengah pandemi covid-19 yang belum kelar. Bukan kami beralasan, tapi memang situasi grup ini sangat berat. Bahkan, sebelum Liga 2 dimulai, grup C ini banyak disebut pengamat bola sebagai grup neraka,” pungkas Mirdasy. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.