Ini Syarat Bikin Sepak Bola High Class

Ini Syarat Bikin Sepak Bola High Class

Bambang Nurdiansyah menaruh harapan besar kepada Muhammadiyah agar bisa mengambil peran dalam peningkatan kualitas sepak bola di Tanah Air. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, dinilai mampu untuk membantu tumbuh kembangnya talenta-talenta muda untuk sepak bola masa depan.

“Muhammadiyah memiliki aset besar. Perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, itu menjadi modal besar,” kata Banur, panggilan karib Bambang Nurdiansyah.

Banur lalu menyebut Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki fasilitas memadai. Seperti dalam pelaksanaan Kursus Lisensi D PSSI pada 22-27 Maret 2022 di Sengkaling UMM. Kegiatan ini hasil kerja sama Muhammadiyah, Hizbul Wathan FC, dan Asprov PSSI Jatim.

Semua fasilitas tersedia di aset milik UMM tersebut. Ada Kapal Garden Hotel, lapangan sepak bola, convention hall, food court, kolam renang, dan lainnya.

Banur menuturkan kerja sama Muhammadiyah dan PSSI sangat konstruktif dan konkret. Melalui pelatihan pelatih ini, diharapkan akan mampu memecahkan problem dasar sepak bola di Indonesia.

“Ini kan masalah fondasi. Yang harus diselesaikan dulu. Bagaimana kita mencetak pemain baik kalau pelatihnya tak berlisensi. Wawasan dan pengetahuannya kurang. Jadinya ya asal melatih saja,” ucap legenda Timnas ini.

Ini Syarat Bikin Sepak Bola High Class
Banur bersama Joko “Gethuk” Susilo saat menjadi instruktur Lisensi D di Sengkaling UMM. foto: joko kristi/hwfc

Lantas, butuh waktu berapa lama? Bambang tidak bisa menyebut. Sebab masalahnya bukan lama atau tidak, tapi bagaimana mempercepat mencetak banyak pelatih berkualitas. Keberadaan pelatih adalah ujung tombak pembinaan sepak bola.

“Kalau bakat gak ada putusnya, gak akan habis. Tapi seberapa besar kualitas pelatih yang punya wawasan, punya knowledge?” papar dia.

Menurut Bambang, untuk mencapai sepak bola high class harus memperhatikan grassroot (akar rumput). Apa yang terjadi pada pembinaan usia dini. Lalu melihat kompetisi, baik sudah berjalan baik.

“Kalau tidak, ya mimpi kita punya Timnas yang bisa bersaing di level Asia. Gak usah dunia dulu, deh,” tutur Banur.

Di sisi lain, Banur juga senang dengan makin banyaknya pemain aktif yang mengikuti kursus kepelatihan. “Bagus sekali ini. Mereka bisa lebih punya daya nalar. Ini yang kami harapkan. Berbeda dengan zaman kami dulu. Kami dulu menunggu pensiun dulu baru kursus,” katanya.

Kata dia, belajar adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan para pesepak bola. Saat sudah mendekati pensiun, dengan ilmu dan pengalaman, mereka bisa membina generasi selanjutnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.