M Khusen, Karir Sepak Bola dan Tugas Militer
M Khuses.foto:pshw

M Khusen, Karir Sepak Bola dan Tugas Militer

Skuad PS Hizbul Wathan (PSHW) 2020 diperkuat beberapa anggota TNI. Ada 7 pemain dan 1 asisten pelatih. Mereka sudah menjalani debut di Kompetisi Liga 2 melawan Persijap Jepara, Februari 2020. Setelah itu, Liga 2 diliburkan karena pandemi covid-19, hingga kemudian dibubarkan.

M Khusen, begitulah nama asisten pelatih PSHW. Pria kelahiran Lamongan itu, main sepak bola sejak tahun 1994. Selepas SMA, dia melanjutkan sekolah Bintara di Bandung.

“Setahun kemudian, saya kemudian ditempatkan ditempatkan di Batalyon Arhanudse 8/Sidoarjo,” tutur dia

Kemampuan sepak bola Khusen benar-benar ditempa saat dia memerkuat PSAD yang mengikuti Kompetisi Internal Persebaya. Bersaing dengan klub-klub ternama seperti Assyabab, Indonesia Muda, Suryanaga, PSAL, Sasana Bhakti, dan lainnya.

Khusen beberapa kali mengikuti seleksi pemain Persebaya. Namun, dewi fortuna belum berpihak. Dia tak lolos seleksi. Khusen tak patah arang. Tetap berlatih keras dan tampil all out di setiap pertandingan.

Khusen lantas ikut seleksi pemain Deltras Sidoarjo. Dia diterima dan mulai berkarir di Liga Indonesia, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Tanah Air.

“Kalau melukiskan perasaan saya saat itu, ya terharu dan bangga. Karena waktu itu, saya satu-satunya militer bisa bergabung dengan tim liga teratas di Indonesia,” ungkap Khusen.

Pria yang dikenal tegas itu, merasakan atmosfer kompetisi yang ketat. Bersaing dengan pemain lokal dan asing. “Selama tujuh musim saya memperkuat Deltras,” aku dia.

Khusen kemudian hijarh ke Gresik United. Ikut Kompetsi Liga 2. Perjuangan berat harus dilalui Khusen. Bertanding dengan jadwal yang ketat.

“Setelah dari Gresik United, saya kembali ke Deltras. Waktu itu, Deltras turun kasta ke Liga 2. Alhamdulillah, setahun melakoni kompetisi, Deltras kembali ke Liga 1 lagi,” ujar Khusen.

Petualangan Khusen berikutnya dia bergabung ke Mitra Kukar. Ketika itu, Persebaya yang menjadi tim ISL, memboyong mayoritas pemain Mitra Kukar memperkuat Persebaya. Sayangnya, satu musim kompetisi belum bisa membawa Persebaya naik ke Liga 1. Khusen kemudian  bergabung ke Persegres.

M Khuses (berdiri kanan) bersama tim PSHW.

 

Gabung PSHW

Khusen menyadari berkarir sepak bola ada batasnya. Karena itu, dia mulai merintis untuk menjadi pelatih. Setelah sekolah perwira, dia mengikuti kursus kepalatihan. “Saya bermain mengambil lisensi D nasional, C nasional, B nasional,” katanya.

Khusen melatih di PSAD, mengikuti internal Persebaya. Dia mampu membawa PSAD bercokol di Seri A kompetisi tersebut. Setelah resmi pensiun menjadi pemain sepak bola, Khuses mengambil kursus lisensi C AFC, B AFC.

Kemampuan Khusesn diuji saat dia menjadi asisten pelatih Deltras yang berlaga di Liga 3. Tak lama, Khusen mendapat tantangan baru. Menjadi asisten pelatih PS TNI. Dia merasakan bekerja sama dengan dua pelatih asing, yakni Ivan Kolev dan Laurent Hatton.

Banyak pengalaman dipetik selama menukangi PS TNI. Yang dirasakan Khusen jika bekerja dengan pelatih asing itu betapa kedispilinan menjadi kunci.

Khusen lalu cerita pengalaman dengan Laurent Hatton. Saat itu, tugas dia sebelum latihan adalah mengabsen pemain. Siapa yang cedera, sakit, atau izin. Tiba-tiba pas hari “H” latihan, Laurent mengecek catatan yang diberikan Khusen dengan pemain yang ikut latihan berbeda. Khusen tidak melaporkan pemain yang izin mendadak jelang berangkat latihan.

“Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi saya. Saya diminta tidak mengulangi dan harus memberi laporan detail,” ujar Khusen.

Setelah beberapa musim di PS TNI, Khusen kembali ke kesatuan dan melatih PSAD lagi. Tahun 2019, dia dikontak coach Hanafing (Direktur Teknik PSHW). Ditawari bergabung dengan PSHW. Berikut mengajak sejumlah anak asuhnya ikut seleksi.

Khusen tak keberatan. Dia kemudian dikontak Presiden PSHW Dhimam Abror Djuraid. Intinya sama, tawaran bergabung di klub milik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu. Hingga terbentuk skuad klub yang berjuluk Laskar Matahari.

Khusen ditunjuk sebagai asisten pelatih, mendampingi Yusuf Ekodono, legenda Persebaya dan mantan bomber Timnas Indonesia. “Saya senang bisa bergabung dengan PSHW. Keluarga saya juga sangat mendukung,” katanya.

Bagi Khusen, PSHW punya prospek cerah. Karena memiliki jarigan luas. Jika dioptimalkan, PSHW tak akan kesulitan mendapatkan pemain-pemain berkualitas.

Bagi dia, kunci sukses pemain itu ada empat. “Harus militan militan, mau bekerja keras, mengeluarkan semua kemampuan, dan jangan lupa berdoa,” pungkasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.