Main Ketat, HWFC Bekuk RN Academy 2-0
Bagus Prasetya melepaskan tendangan ke gawang RN Academy. foto:hwfc

Main Ketat, HWFC Bekuk RN Academy 2-0

Hizbul Wathan Football Club (HWFC) memenangi laga uji coba melawan Ricky Nelson Academy (RNA) dengan skor 2-0. Dua gol klub berjuluk Laskar Matahari itu, dicetak Venko Armedya (menit 58) dan Bagus Prasetya (menit 65).

Dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, HWFC berjalan ketat denha tensi tinggi. Namun demikian kedua tim sama-sama bermian fair play.

HWFC tampil dominan. Sejak menit awal, para pemain HWFC sudah melakukan inisiatif penyerangan.  Peluang HWFC melalui tiga pemain depannya, Venko Armedya, Bagus Prasetya, dan Samsul Pelu, belum berhasil membuahkan gol.

Sementara RNA hanya sesekali melakukan serangan balik yang tidak membahayakan gawang HWFC. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor masih kaca mata.

Babak kedua, HWFC meningkatkan intensitas serangan. Pergantian Samsul Pelu denga Wimba Sutan Fanosa mengubah irama permainan. Hasilnya, Venko berhasil mengubah skor setelah mampu merebut bola dari pemain belakang RNA.

Affif Allaam Sena dikepung pemaian RN Akademy.foto:hwfc

Selang tujuh menit, Bagus sukses melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang setelah memanfaatkan umpan Wimba. Hingga babak kedua berakhir skor tak berubah, 2-0.

Presiden HWFC Suli Da’im yang menyaksikan pertandingan itu menyatakan belum piuas. Menurut dia, uji coba ini bisa mengukur dan melatih pemain agar memiliki visi bermain.

“Ini menjadi evaluasi kami. Bagaimana pemain menghadapi tim yang agresif dan menerapkan pressing ketat,” katanya.

Suli mengatakan, pihaknya masih akan melakukan beberapa kali uji coba lagi sebelum tampil di Kompetisi Liga 2 2021.

foto:hwfc

Sementara Muhammad Andi Ardiansyah, pelatih RNA, sangat puas dengan hasil pertandingan meski pun tim yang diasuhnya kebobolan gol 2-0 lawan HWFC.

Bagi dia, uji coba ini sebagai tolok ukur tim yang dibinanya ketika menghadapi salah satu kontestan Liga 2. “Apalagi yang dihadapi HW FC yang notabene di atas 3 level dari tim kita,” katanya.

Andi juga bersyukur anak-anak asuhannya bisa menjalankan instruksinya. “Ini pelajaran penting yang sangat berguna untuk kami yang berisikan pemain kelahiran 2001 hingga 2003,” ujar dia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.