Pemain HWFC Bisa Dapat Beasiswa dari UMM
M Mirdasy, Fauzan, Suli Da'im, dan Mikko AP.foto:umm

Pemain HWFC Bisa Dapat Beasiswa dari UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan fasilitas buat para pemain Hizbul Wathan FC yang ingin melanjutkan kuliah. Beasiswa tersebut diberikan jika pemain HWFC telah dinyatakan diterima di UMM.

Penegasan itu disampaikan Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat memberi materi di Kelas Inspirasi HWFC yang diselenggarakan di GKB 4 UMM, Senin (28/6/2021) malam.

Dalam acara tersebut hadir Presiden HWFC Suli Da’im, M Mirdasy (direktur operasional dan manajer), Mikko Agus Pribadi (asisten manajer), dan Agus Wahyudi (sekretaris klub).

“Pemain HWFC ini memiliki potensi yang harus dikembangkan. Dan UMM akan memfasilitasi hal tersebut. Jika pemain HWFC masuk ke UMM dan bermain hingga menang akan mendapat beasiswa dalam jalur prestasi,” ujar Fauzan.

Menurut Fauzan, banyak skema pemberian beasiswa di UMM. Ada beasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT). Ini biasanya diberikan kepada utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Juga ada beasiswa saudara kandung dan lainnya.

Saat ini, terang Fauzan, UMM memberikan fasilitasi penuh untuk kegiatan klub berjuluk Laskar Matahari itu. Mulai dari lapangan, penginapan, makan dan minum, aula, bus, dan lainnya.

foto:hwfc

Dalam acara itu, Fauzan juga memberikan motivasi dan wawasan kepada pemain dan pelatih. Kata dia, sepak bola di bawah naungan Muhammadiyah berbeda dengan yang lain.

“Ada dua yang harus dipahami. Yakni, prestise dan stratagis. Keduanya harus berjalan,” tutur dia.

HWFC, sebut Fauzan, harus ada konvensi karakter. “Seperti penajaman feeling. Khuznudzon pada diri sendiri. Itu bisa diciptakan,” papar dia.

Itu sebabnya, imbuh Fauzan, untuk mengembangkan pemain tidak hanya latihan fisik. Perlu juga motivasi agar hubungan internal pemain terbentuk. Sehingga dalam bermain tidak ada beban dan memiliki integritas yang kuat.

“Target saya seperti ini, selagi pemain HWFC memiliki integritas yang kuat satu sama lain. Inshaa Allah tim ini akan langgeng. Tujuan kita bukan hanya untuk menang, tapi juga punya misi kemasyarakatan,” katanya.

Masih kata Fauzan, pemain yang baik bukan hanya selalu berupaya memperbaiki diri dan tidak banyak alasan. Mereka yang disebut pemain baik juga mampu bermain secara kolektif.

foto:hwfc

“Bisa bermain secara tim. Makanya, jika dia mencetak gol bukan karena faktor individu, tapi faktor tim,” terang Fauzan.

Dia juga menyatakan, masalah mental juga sangat berpengaruh. Banyak pemain yang merasa inferior (rendah diri) jika menghadapi lawan yang levelnya lebih tinggi.

“Itu seharusnya tidak terjadi. Tiap orang punya energi positif. Namun hal itu bisa gak muncul kalau disuudzoni oleh diri sendiri,” tandas pria kalem ini.

Fauzan berharap kepada pemain dan juga tim HWFC bisa mengusung misi dakwah kultural Muhammadiyah. Semua pemain yang bergabung dalam tim dapat menjadikan HWFC sebagai rumah.

“Bukan hanya sekarang, tapi di mana pun Anda berkarir nanti, karakter yang dibangun di HWFC bisa ditularkan kepada yang lain,” ujar Fauzan. (*)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.