Sukses, HWFC Agendakan Kursus Lisensi D Batch 2
Agus Wahyudi, Muh Mirdasy, Thoriq Alkatiri, dan Bambang Nurdiansyah. foto: joko kristi/hwfc

Sukses, HWFC Agendakan Kursus Lisensi D Batch 2

PSSI memberikan apresiasi positif atas penyelenggaraan Kursus Pelatih Lisensi D hasil kerja sama Muhammadiyah, Hizbul Wathan Football Club (HWFC), dan Asprov PSSI Jatim.

“Acara ini pertama kali diselenggarakan di lingkungan PSSI. Dan Asprov Jawa Timur kembali menjadi pionir. Karena di PSSI pusat hal ini belum pernah dilakukan,” ungkap Exco PSSI Jatim Thoriq Alkatiri dalam sambutan penutupan, Ahad (27/3/2022).

Hadir dalam acara, Direktur Operasional dan Manajer HWFC Muhammad Mirdasy, Sekretaris HWFC Agus Wahyudi, dan Bambang Nurdiansyah (instruktur).

“Lewat kegiatan ini juga membuktikan bahwa Jatim tetap menjadi kiblat pembinaan sepakbola nasional, khususnya pelatih,” tambah Thoriq.

Menurut dia, bukan tanpa alasan PSSI Jatim memilih Muhammadiyah sebagai mitra. Sebagai ormas Islam terbesar di Tanah Air, Muhammadiyah dinilai mempunyai perhatian besar terhadap kegiatan edukatif dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

 

foto: joko kristi/hwfc

“Nah, kursus ini sangat cocok sebagai bagian pengembangan dan edukasi SDM di bidang sepakbola yang juga ladang dakwah baru Muhammadiyah,” ulasnya.

Kata dia, persiapan penyelenggaraan kursus lisensi D ini, praktis sangat mepet. Namun dengan kesungguhan dan keseriusan, hasilnya luar biasa. Dari mulai MoU sampai pelaksanaan, waktunya tidak sampai sebulan.

“Saya salut untuk HWFC dan panitia. Dengan persiapan relatif pendek, tapi acaranya berlangsung baik dengan jumlah peserta yang luar biasa. Semoga ke depannya, PSSI tetap dapat bekerja sama dengan HWFC dan Muhammadiyah, sehingga bisa menyelenggarakan kursus yang sama atau dengan lisensi beda seperti lisensi C atau B,” urai pria kalem ini.

Thoriq yang juga penasihat HWFC ini, berpesan sekaligus menantang para pelatih muda untuk benar-benar menerapkan semua teori dan praktik yang didapat selama mengikuti kursus.

“Jangan hanya nguber sertifikat atau lisensi. Karena yang terpenting bagaimana Anda sebagai pelatih di SSB atau klub yang membina pemain kelompok umur, terbukti mampu meletakkan dasar-dasar bermain bola dengan baik dan benar sesuai kurikulum dan metode pelatihan,” terangnya.

“Saya juga punya rencana bikin akademi sepak bola, sehingga saya minta kalau ada pemain Anda yang bagus, lepaskan. Jangan digandoli untuk berkembang,” pesannya.

Sukses, HWFC Agendakan Kursus Lisensi D Batch 2
foto: joko kristri/hwfc

Sementara itu, Muhammad Mirdasy mengatakan, kursus kali ini akan menjadi agenda rutin HWFC dalam pengembangan SDM sepakbola.

“Kita siap dan sangat berharap kepada Asprov PSSI Jatim melalui Pak Thoriq tentunya, untuk memperbolehkan lagi kita menyelenggarakan kursus yang sama. Mengingat masih banyak pelatih muda yang ingin ikut,” harapnya.

Mirdasy mengungkapkan, Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D ini, sengaja di desain sesuai kurikulum dan metode pelatihan yang diterapkan PSSI. Sehingga nantinya mampu melahirkan talenta-talenta yang bisa menjadi pilar Tim Nasional.

“Banyak pelatih yang awalnya tidak tahu kurikulum dan metode latihan, ini kan bahaya bagi perkembangan sepakbola Indonesia. Dengan kehadiran coach Bambang Nurdiansyah dan Joko “Getuk” Susilo, saya yakin akan ada perubahan gaya melatih para peserta kursus ini,” ucap mantan anggota DPRD Jatim ini.

Bambang Nurdiansyah menilai tepat jika Muhammadiyah menggelar kursus pelatih secara periodik. “Lisensi D ini sebagai ujung tombak pembinaan sepak bola usia dini,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.