Ubah Pola Latihan dan Penguatan Mental
Para pemain HWFC berlatih di Lapangan Brigif Para Raider 18/Trisula. foto: joko kristi/whfc
Training Center

Ubah Pola Latihan dan Penguatan Mental

Herrie Setyawan punya perhatian khusus terhadap perkembangan pemain Hizbul Wathan Football Club (HWFC) jelang bergulirnya Kompetisi Liga 2 2021. Dia melihat ada beberapa hal yang elementer yang harus dibenahi agar HWFC bisa menjadi tim yang kompetitif.

Herrie mulai membuat sejumlah langkah dan metode latihan yang tidak hanya bertumpu pada taktikal, tapi juga aspek kedisiplinan. Dia meminta pemainnya untuk semangat dalam latihan dan pertandingan tanpa takut dengan nama besar lawan.

“Kalian tidak boleh minder dalam setiap pertandingan. Lawan siapa pun. Logo yang ada di dada kiri kamu itulah yang harus dijaga kehormatannya,” tandasnya.

Herrie Setyawan (kanan) didamping Mikko Agus P (asisten manajer) menijau mess pemain. foto: joko kristi/hwfc

Selain memompa semangat dan mentalitas pemain, pria yang karib disapa “Jose” itu, juga menekankan pentingnya disiplin dalam aktivitas di luar lapangan dan saat latihan.

Setiap pemain, kata dia, sebelum dan sesudah makan harus tetap bersama. “Saya akan minta manajemen untuk memperhatikan jam makan kalian serta asupan vitamin agar kebugaran tetap terjaga,” tutur pria yang ikut membawa medali emas SEA Games tahun 1991 di Filipina.

Aspek lain yang juga menjadi perhatian pria kelahiran Makassar, 8 Maret 52 tahun lalu, itu  adalah sikap para pemain dalam menjalani profesi yang digelutinya.

Afif Allaam Sena dan Jaya Hartono dalam sesi latihan. foto: joko kristi/hwfc

Dalam latihan, Herrie tegas menekankan semua pemain dilarang pakai sandal dari mess menuju lapangan. “Semua harus pakai sepatu. Karena bisa saja dalam latihan itu ada perubahan di lapangan. Tergantung situasi dan kondisi,” katanya.

Bukan hanya itu saja, Herrie juga mewajibkan pemain memakai skin deker untuk melindungi kaki di setiap latihan. Hal itu sebagai antisipasi bila ada benturan.

Pun jadwal latihan. Biasanya, pemain berlatih satu kalai dalam sehari. Bisa pagi atau sore. Sekarang porsi latihan ditambah. “Latihan pagi tetap jam 7, untuk sore bisa dimulai jam dua siang. Pola makan dan istirahat kalian juga harus diperhatikan,” tegas Herrie. (wh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.